A password will be e-mailed to you.

Tradisi Budaya Jepang – Miyamairi (宮参り) atau dalam bahasa Indonesianya berarti sebuah kunjungan suci adalah sebuah tradisi kepercayaan agama Shinto untuk bayi yang baru lahir, tradisi ini telah dilakukan terun-menurun sejak jaman dahulu. Tradisinya adalah kira-kira satu bulan setelah kelahiran seorang bayi, perhitungannya adalah 31 hari untuk anak laki-laki dan 33 hari untuk anak perempuan, orang tua dan kakek-nenek membawa anak itu ke kuil suci Shinto, untuk mengungkapkan rasa syukur kepada para dewa atas kelahiran bayi dan meminta seorang pendeta kuil untuk mendoakan kesehatan dan juga kebahagiaan bayi tersebut. Secara metode tradisi ini mirip seperti praktek baptis yang dilakukan umat Kristiani.

Miyamairi Tradisi Mendoakan Bayi Yang Baru Lahir

image : pop-japan.com

Simak Juga : Tradisi Omakase Dalam Kuliner Jepang

Miyamairi Tradisi Mendoakan Bayi Yang Baru Lahir

image : monkey-magic-blog.blogspot.co.id

Miyamairi Tradisi Mendoakan Bayi Yang Baru Lahir

image : monkey-magic-blog.blogspot.co.id

Pada saat ini, sebagian besar Miyamairi dipraktekkan antara satu bulan dan 100 hari setelah kelahiran sang bayi dan biasanya yang dikunjungi adalah kuil-kuil terkenal, upacara diadakan setiap jam, dan lebih sering pada akhir pekan. Biasanya bila ramai, sekelompok keluarga akan membawa bayi mereka satu demi satu sesuai dengan urutan. Seorang pendeta Shinto akan hadir mengenakan pakaian suci menghampiri kelompok keluarga tersebut dan juga altar, mengucapkan doa dan mengayunkan tamagushi ke kanan dan kiri. Selama berdoa, imam menyebutkan nama bayi itu, nama orang tua, alamat keluarga, dan juga hari ulang tahun bayi. Setelah itu, orang tua dan kakek-nenek mendekat satu demi satu, membungkuk ke altar dan menempatkan tamagushis di atasnya.

Pada akhir upacara biasanya pihak keluarga akan diberikan secangkir sake dengan gelas kayu warna merah, terkadang beberapa hadiah kecil juga sering diberikan kepada pihak keluarga. Pihak kuil biasanya mengenakan biaya antara ¥5.000 hingga ¥10.000 untuk setiap bayi dalam upacara ini.

%d bloggers like this: