Seni Budaya Jepang – Bila anda berkunjung ke kuil-kuil buddha ketika berwisata ke Jepang pasti anda akan sering melihat 2 patung besar yang disebut dengan Nio. Kedua patung besar ini adalah dua pelindung Buddha di Jepang yang bernampilan menakutkan, berotot, penuh murka, keduanya dikenal sebagai Agyo dan Ungyo yang sering anda temukan di gerbang kuil-kuil buddha di Jepang.

Nio adalah wujud dari dewa Budha yang sama yang dikenal dengan nama Shukongoshin. Dalam agama buddha yang menjunjung tradisi perdamaian yang kuat, kehadiran Shukongoshin memang sebagai dewa yang kuat dan dia digambarkan sebagai pelindung Buddha yang sering di sisinya. Sering dikatakan dalam cerita masyarakat bahwa Shukongoshin bisa menakut-nakuti orang hingga bertobat, sosok Shukongoshin muncul dalam dua bentuk di kuil Jepang.

Simak Juga : Kisah Tengu Dalam Sejarah Masyarakat Jepang

 

Ungyo

artforia.comUngyo selalu digambarkan dengan mulut tertutup dan telapak tangan terbuka. Dia memancarkan kekuatan. Mulutnya yang tertutup dikatakan mewakili kematian.

Agyo

artforia.comAgyo memiliki mulut terbuka. Ini dikatakan mewakili kelahiran. Dia memamerkan giginya dalam ekspresi yang sangat marah. Agyo memegangi senjata, mengepalkan tinjunya atau keduanya.

Agyo dan Ungyo biasanya ditempatkan pada gerbang khusus bernama Niomon. Setiap kuil buddha di Jepang biasanya dirancang sedemikian rupa sehingga semua pengunjung harus masuk melalui lorong sempit antara dewa-dewa mengerikan ini. Ini memiliki efek nyata.

artforia.com

%d bloggers like this: