Berita Lifestyle Jepang – Peningkatan teknologi memang tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan manusia pada saat ini, setiap negara memiliki target tersendiri dalam mengembangkan teknologi mereka, teknologi memang dapat berdampak positif namun juga dapat berdampak negatif. Bagai pisau bermata dua dimana teknologi dapat membawa masyarakat menjadi semakin cerdas dan praktis namun juga dapat membawa hal negatif bila digunakan diluar prosedur yang diterapkan, hal ini telah dirasakan disejumlah negara. Salah satunya adalah Jepang yang dikabarkan saat ini tercatat sudah ada 930.000 siswa SMP dan SMA yang menggunakan teknologi internet secara berlebihan atau bisa dikatakan kecanduan.

Sebanyak 930.000 Remaja Jepang Kecanduan Internet

image : Fooyoh.com

Survey ini dilaporkan langsung oleh tim kementerian kesehatan negara Sakura tersebut, Angka survey tersebut memiliki jumlah dua kali lipat dari survei sebelumnya yang dirilis pada tahun 2013 dan menunjukkan lebih banyak siswa perempuan daripada siswa laki-laki. Tim kesehatan mengatakan bila banyaknya kehadiran game-game smartphone dan layanan jejaring sosial yang menjadi penyebab utama hal ini terjadi.

Simak Juga : Viralnya Momo Challenge Yang Telah Memakan Korban Jiwa

Sebanyak 930.000 Remaja Jepang Kecanduan Internet

image : japantoday.com

Meski terlihat sepele hanya dengan menggunakan internet untuk melihat hal-hal sosial, namun kecanduan internet berlebihan dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari karena beratnya penggunaan internet. Mereka yang kecanduan diyakini akan memiliki perubahan sikap seperti menjadi tertutup atau bersikap kasar terhadap anggota keluarga dan mungkin menderita masalah otak dan penyakit seperti depresi.

Dalam statistik ini di Jepang, menunjukkan bila 10,6 persen anak laki-laki SMP dan 14,3 persen gadis SMP menggunakan internet dengan cara yang tidak sehat. Di antara siswa SMA tercatat 13,2 persen anak laki-laki dan 18,9 persen anak perempuan melakukannya.

Sebanyak 930.000 Remaja Jepang Kecanduan Internet

image : japantimes.co.jp

Berdasarkan survey terbaru, jumlah mereka yang kecanduan diperkirakan setidaknya 930.000 secara nasional, naik dari 510.000 dalam survei 2013. Terlalu berlebihan dalam bermain game online telah menjadi masalah yang global dan tidak hanya di Jepang saja, hal ini mendorong Organisasi Kesehatan Dunia untuk memasukan “Gaming Disorder” dalam daftar kesehatan medis mereka pada bulan Juni 2018 lalu.

Hal ini semakin terlihat setelah adanya seorang pria berusia 22 tahun di Provinsi Zhejiang China yang dilaporkan dilarikan ke rumah sakit setelah bermain game online selama empat hari tanpa makan atau minum dan menderita gagal ginjal. Karena banyaknya insiden ini membuat pemerintah Cina berencana untuk mengontrol total volume permainan online untuk mencegah orang-orang muda menjadi kecanduan.

Sebanyak 930.000 Remaja Jepang Kecanduan Internet

image : makeuseof.com

Di Korea Selatan, seorang pria berusia 20-an yang sering mengunjungi kafe internet dilaporkan meninggalkan anaknya yang masih berusia 2 tahun kelaparan di rumahnya pada tahun 2014, masih di negara yang sama seorang pria berusia 20-an dikabarkan meninggal setelah bermain game online selama 86 jam hampir tanpa tidur pada tahun 2002.

Masalah ini menjadi perhatian besar bagi kementrian kesehatan Jepang untuk terus memantau perkembangan penggunaan internet di kalangan masyarakat mereka, dan berharap akan dapat mengurangi atau mencegah terjadinya pemakaian yang berlebihan dengan menerapkan beberapa metode-metode khusus dalam pelayanan umum yang disediakan.

Source : Kyodo News, Japan Today

%d bloggers like this: