Cerita Hantu Jepang – Cerita mitos atau legenda memang banyak ditemukan di Jepang, sama halnya seperti di Indonesia, di mana Jepang pada jaman dahulu masyarakatnya banyak mempercayai sebuah kisah-kisah legenda atau mitos. Kappa merupakan salah satu mitos Yokai (Siluman Jepang) yang terkenal di negeri Sakura, tetapi terlepas dari sosok tersebut ada nama lain yang disebut Hyosube, mereka dikatakan merupakan sepupu dari Kappa dan Garappa, tetapi jauh lebih jahat dan agresif. Menurut cerita-cerita rakyat, mereka bertubuh pendek, berkepala botak, memiliki cakar tajam dan mulut yang dipenuhi oleh gigi tajam.

Mitos Yokai Hyosube Yang Merupakan Sepupu Dari Kappa

image : Yokai.com

Simak Juga : Cerita Mitos Fuguruma Yohi Yang Terlahir Dari Buku Ilustrasi Karya Toriyama Sekien

Tubuh mereka diselimuti jubah bulu yang tebal, mereka biasanya meninggalkan debu, minyak dan rambut-rambut yang rontoh dimana pun mereka berada. Nama mereka dikatakan berasal dari panggila “Hyo-Hyo” yang sering mereka ucapkan. Mereka tinggal di dekat sungai, di mana mereka diceritakan suka menangkap ikan dan menjauhkan diri dari para manusia. Namun uniknya makanan favorit mereka adalah terong dan mereka mampu memakan itu dengan sangat cepat, mereka memiliki sifat yang mirip dengan sepupunya Kappa namun lebih ganas dan jahat, meski begitu Hyosube dikatakan sangat menjunjung tinggi rasa hormat.

Mitos Yokai Hyosube Yang Merupakan Sepupu Dari Kappa

image : @matthewmeyer

Menurut kisah-kisah mitosnya, seseorang yang melihat Hyosube akan mengalami demam dan uniknya demam tersebut dapat menyebar ke seluruh warga atau orang terdekat, Hyosube sering tertawa besar dan suara tawa tersebut terkadang terdengar oleh penduduk sekitar, terutama di daerah perkebunan dan sungai. Hyosube juga dikisahkan sangat suka menyelinap ke pemandian, meninggalkan sisa-sisa rambut mereka dan bau busuk yang menyengat.

Sosok Hyosube dalam beberapa hal dihormati di kuil Shinto, biasanya dianggap sebagai salah satu dewa perang, untuk jasa-jasa yang pernah mereka lakukan pada penduduk desa di masa lalu. Para petani yang tinggal di daerah yang dipercaya memiliki Hyosube akan sering meninggalkan sebuah persembahan berupa terong pertama yang dipanen, dengan harapan Hyosube tidak menggangu ladang mereka.

%d bloggers like this: