Berita Entertainment Jepang – Seorang pendaki Jepang yang terkenal yang kehilangan 9 jari tangannya akibat terkena Frostbite karena mendaki gunung Everest dikabarkan telah meninggal dunia pada pendakian kedelapannya untuk mencapai puncak gunung Everest. Namanya adalah Nobukazu Kuriki, dirinya dikabarkan jatuh sakit dan sedang perjalanan turun setelah kehilangan kontak dengan timnya. Pendaki yang berusia 36 tahun ini adalah pendaki ketiga pada bulan ini yang tewas di puncak tertinggi dunia.

Pendaki Satu Jari Nobukazu Kuriki Meninggal Dunia Dalam Pendakian Ke 8 Di Gunung Everest

image : sports.vice.com

Kuriki berhenti merespons komunikasi radio dan kami tidak bisa melihat cahaya dari lampu helmnya ketika kami mencarinya dari arah bawah dalam kegelapan” sebuah pernyataan yang disampaikan oleh timnya sosial media Facebook. Timnya mengatakan dekat dengan post ke 2 dan mengikuti rute dari Kuriki yang akhirnya menemukan dirinya telah meninggal karena suhu tubuh yang rendah”.

Simak Juga : Serial Animasi Dragon Ball Kembali Kehilangan Pengisi Suara Terbaiknya

Tercatat pada hari Minggu malam, Kuriki telah mencapai ketinggian 7.400 meter dan kemudian merencanakan untuk mendaki lebih tinggi lagi dengan melewati 3 post selanjutnya dengan total ketinggian puncak 8.848 meter. Beliau juga sempat melakukan posting di Facebook yang mengatakan “Sekarang saya merasakan sakit dan kesulitan dalam mendaki gunung ini. Saya menghargainya dan saya tetap mendaki” tulisnya di Facebook.

Meninggal Dunia Dalam Pendakian Ke 8 Di Gunung Everest

image : spiegel.de

Penaklukan gunugn Everest memang selalu membutuhkan pengorbanan dan pengalaman yang banyak, Kuriki merupakan salah satu pendaki profesional yang berhasil mencapai pendakian solo dari dua puncak Everest dengan ketinggian 8000 meter tanpa menggunakan bantuan alat pernafasan. Pada usaha keempatnya untuk mencapai puncak yaitu tahun 2012, Kuriki menderita radang dingin atau disebut “Frostbite” yang parah sehingga menyebabkan dirinya kehilangan sembilan jari yang memang harus diamputasi.

Kehilangan 9 jarinya tidak membuat Kuriki merasa kapok namun ia memutuskan kembali tiga tahun kemudian pada September 2015, beberapa bulan setelah bencana gempa menghantam Nepal dan memicu longsoran salju yang menewaskan 18 orang di kamp utama pendakian Everest. Namun cuaca buruk memaksanya untuk membatalkan ekspedisi itu. Kemudian dia mencoba lagi di tahun 2016 dan 2017 tetapi kondisi cuaca buruk membuat rencananya gagal lagi.

Pendaki Satu Jari Nobukazu Kuriki Meninggal Dunia Dalam Pendakian Ke 8 Di Gunung Everest

image : thehimalayantimes.com

Man Bahadur Gurung dari pihak layanan Bochi-Bochi Treks, yang juga mengorganisir ekspedisi Kuriki, mengatakan mereka berusaha mengatur agar jasad Kuriki diterbangkan kembali ke Kathmandu. Telah tercatat lebih dari 400 orang telah mencapai puncak Everest selama musim pendakian musim semi tahun ini, saat periode cuaca yang cerah memang biasanya rute untuk pendakian sampai puncak dunia ini dibuka.

Nepal adalah rumah bagi delapan dari 14 puncak tertinggi di dunia dan para pendaki asing yang berdatangan untuk mendaki gunung ini adalahsumber utama pendapatan. Dengan total terdapat tiga kematian yang terjadi di Everest bulan ini juga terdapat tiga pendaki lainnya yang tewas di pegunungan lain di Nepal pada bulan Mei 2018 ini.

Source : Japan Today

%d bloggers like this: