Seni Budaya Jepang – Hiburan malam memang sebuah bagian dari hiburan yang dimiliki oleh sebagian besar negara setiap malam hari tiba, Tokyo ibukota Jepang yang merupakan kota yang modern dan metropolitan ini tentunya memiliki segudang hiburan malam, mulai dari Izakaya (Pub minum Jepang) sampai beberapa tempat hiburan malam lainnya, namun terdapat sebuah hiburan yang unik dan tidak ditemukan di negara lain dalam hal hiburan malam yang dimiliki negara Jepang ini. Yaitu sebuah host club yang dilayani oleh para host laki-laki (ホ ス ト ク ラ ブ, hosuto kurabu), penjelasan mudahnya adalah sebuah klub malam yang menyediakan teman pria untuk para pengunjung wanita.

Klub Malam Untuk Para Wanita Yang Disebut Hosuto Kurabu

Simak Juga : 7 Kata Atau Bahasa Jepang Yang Populer Di Dunia

Tentunya klub host ini dikhususkan untuk para pengunjung wanita yang ingin ditemani oleh para pria-pria tampan sambil berminum dan mengobrol, para pria host ini memiliki gaya yang definitif yang disesuaikan dengan selera para pengunjung wanita. Karena di Jepang kulturnya dipengaruhi banyak oleh film animasi atau manga maka rata-rata para pria di Host Club ini memiliki gaya seperti karakter dalam animasi atau manga, namun tidak sedikit juga yang bergaya seperti anggota boyband. Tentu menjadi sebuah host atau di Jepang disebutnya hosuto harus memiliki kepribadian yang baik, namun mereka juga harus bisa menggoda para pengunjung dan bisa menceritakan kisah-kisah menarik agar para klien tidak merasa bosan. Tidak sedikit para pelanggan atau pengunjung yang mencurahkan isi hati atau bisa dibilang curhat kepada para host ini.

Klub Malam Untuk Para Wanita Yang Disebut Hosuto KurabuMungkin di negara lain pelayanan seperti ini juga ada namun hanya di Jepang dimana para pengunjung lebih banyak wanita daripada pria, oleh karena itulah mengapa sebuah klub host pria ini begitu populer di Jepang. Rata-rata para wanita menuju ke klub host setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, tentunya jam buka para klub host ini disesuaikan dengan jam banyaknya para pengunjung yang datang. Selain para wanita pekerja biasanya para pengunjung adalah seorang istri ataupun anak perempuan dari keluarga kaya.

Sistemnya tidak berbeda seperti klub-klub malam biasanya, dimana si wanita membayar biaya per jam dan membeli minuman untuk si pria. Tentunya para pelanggan memang harus mengeluarkan dana cukup banyak karena didalam klub ini bukan sekedar minum namun juga pelayanan dari sang host tersebut. Biasanya para host akan berkumpul dan menjadikan para pelanggan sebagai pusat perhatian. Suasana menghibur akan sangat dirasakan oleh para pengunjung, tidak hanya berbicara saja namun terkadang para host juga akan bernyanyi atau menari. Soal kepastian harganya rata-rata untuk layanan host spesial dalam waktu 5 atau 6 menit ini para pelanggan harus membayar sebesar 20.000 ~ 150.000 yen sekitar 2,5 juta hingga 20 juta rupiah.

Klub Malam Untuk Para Wanita Yang Disebut Hosuto KurabuLayanan menarik lainnya adalah menara sampanye. Sampai delapan botol sampanye mahal dituangkan ke dalam sebuah menara gelas yang telah disusun secara indah. Untuk layanan seperti ini biasanya pelanggan akan menjadi pusat perhatian besar di klub saat malamn tersebut, untuk harganya tentu cukup mahal dan bervariasi, rata-rata sekitar 1 juta yen atau 128 juta rupiah. Untuk para pelanggan yang tidak dapat membayar tagihannya beberapa hal yang tidak dinginkan bisa saja terjadi karena biasanya terdapat sebuah organisasi kriminal dibalik setiap klub-klub malam.

Para host tentunya akan dibayar sesuai kinerja mereka selama malam tersebut, tidak sedikit dari mereka yang sampai turun dijalan untuk menarik para pelanggan. Banyak para host yang tidak sukses dan akhirnya berhenti menjadi host. Setiap bulannya host akan diberikan sebuah peringkat, ranking tersebut juga ditunjukan untuk para pengunjung sehingga dapat melihat host mana yang memiliki kualitas terbaik. Host yang memiliki ranking tinggi tentunya bisa meraih bayaran yang mahal. Terdapat bonus-bonus besar juga untuk para host selama mereka bekerja.Fitur klub host malam ini merupakan hal umum pada industri hiburan di negara-negara Asia Timur.

%d bloggers like this: