A password will be e-mailed to you.

Tradisi Budaya Jepang – Tahun 2017 baru saja berganti menjadi tahun 2018 dan Jepang tentunya salah satu negara yang merayakan dengan meriah hari pergantian tahun ini, malam pergantian tahun atau disebutnya new year eve memang merupakan momen penting yang tidak akan dilewatkan oleh sejumlah orang, tepat pada pukul jam 12 malam maka sebuah kembang api dan juga teriakan selamat tahun baru akan terdengar ramai diberbagai kota di negara dan Jepang juga termasuk, namun sedikit berbeda yang dilakukan oleh masyarakat negeri sakura ini.

Simak Juga : Pentingnya Sebuah Budaya Menunduk Bagi Masyarakat Jepang

Hatsuhi Sunrise Sebuah Tradisi Masyarakat Jepang Dalam Menyambut Tahun BaruDalam melewati tahun baru masyarakat Jepang tidak begitu terlalu antusias menyambut atau menunggu malam pergantian tahun baru, tetapi lebih memilih untuk tidur lebih awal dan bangun lebih cepat sebelum matahari terbit, hal ini dimaksudkan untuk dapat melihat matahari terbit pertama kali pada tahun baru yang dipercaya akan memberikan berkah dan semangat kepada para orang yang melihatnya. Tradisi ini juga menjadi sebuah alasan mengapa Jepang mendapatkan julukan negara matahari terbit.

Dalam kepercayaan agama di Jepang yang mayoritas masyarakatnya beragama Shinto dan Buddha, memang keberadaan matahari juga menjadi bagian terpenting dalam dewa-dewi oleh karena itu orang Jepang sangat menghargai keberadaan matahari, tradisi ini disebut Hatsuhi Sunrise dimana para masyarakat Jepang akan bangun sebelum matahari terbit dan menikmati saat-saat matahari terbit hingga terlihat penuh dan kemudian akan dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama keluarga atau kerabat.

Hatsuhi Sunrise Sebuah Tradisi Masyarakat Jepang Dalam Menyambut Tahun BaruSetelah melakukan aktivitas Hatsuhi Sunrise ini biasanya para masyarakat Jepang juga pergi pagi menuju kuil-kuil besar, disana mereka akan memohon nasib baik untuk tahun baru, pada awal pergantian tahun tanggal 1 sampai 3 januari biasanya kuil-kuil di Jepang akan dipenuhi oleh pengunjung dan juga para pedagang makanan disekitarnya.

%d bloggers like this: