Berita Entertainment Jepang – Berita datang dari sebuah studio animasi terkenal dan legendaris Jepang. Dikabarkan sutradara anime, produser, inovator, dan sekaligus pendiri Studio Ghibli, Isao Takahata, telah meninggal pada tanggal 5 April 2018 kemarin, surat kabar Jepang telah banyak yang melaporkan dan membuat beritanya. Dirinya telah berusia 82 tahun. Berbagai sumber mengatakan masalah pada jantung atau kanker paru-paru yang menyebabkan meninggalnya beliau. Namun sampai saat ini pihak Studio Ghibli belum memberikan konfirmasinya. Namun beberapa fakta memang diketahui bahwa beliau sudah sering dirawat di rumah sakit sejak musim panas tahun lalu.

Salah Satu Pendiri Studio Ghibli Isao Takahata Telah Meninggal Dunia

image : denofgeek.com

Simak Juga : 5 Penyanyi Jpop Wanita Yang Populer Pada Era 90an

Salah Satu Pendiri Studio Ghibli Isao Takahata Telah Meninggal DuniaAnimasi tahun 2013 yang berjudul ‘The Tale of the Princess Kaguya ’, adalah sebuah film animasi yang indah terlihat seperti lukisan dan menjadi karya terakhir dari Takahata. Dirinya terkenal karena sebuah film pada tahun 1988 yang berjudul ‘Grave of the Fireflies’, yang menceritakan dua anak yatim piatu dalam suasana perang dunia kedua yang sedang dialami Jepang. Karyanya yang lain termasuk film seperti ‘Pom Poko’ dan serial TV ‘Heidi: A Girl of the Alps’.

Takahata lahir di Ujiyamada (yang sekarang telah berubah nama menjadi Ise) di Prefektur Mie, Jepang pada 29 Oktober 1935. Pada 29 Juni 1945, pada usia sembilan tahun, dirinya dan keluarganya selamat dari serangan udara besar Amerika Serikat di Kota Okayama. Takahata lulus dari Universitas Tokyo pada tahun 1959 dengan gelar dalam sastra Perancis. Selama ini di sekolah, ia telah melihat film animasi Perancis, Le Roi et l’Oiseau (Raja dan Mockingbird), yang membuatnya tertarik dengan animasi. Kepergiannya ini tentu menjadi duka yang dalam bagi pihak Studio Ghibli maupun para penggemar Ghibli, karya-karyanya tidak akan pernah dilupakan, kehadiran Studio Ghibli sendiri telah sering dan dikenal banyak oleh masyarakat Indonesia.

Source : Aramajapan, The Guardian, Hollywood Reporter

%d bloggers like this: