Tradisi Budaya Jepang – Rambut cokelat merupakan sebuah hal yang biasa terlihat pada beberapa masyarakat Jepang terutama para remaja dan anak muda. Namun akan jarang anda temukan pada orang dewasa di Jepang tentunya hal ini memiliki alasan mengapa Jepang memiliki sebuah tradisi untuk memiliki rambut warna cokelat. Chapatsu (茶 髪 / ち ゃ ぱ つ), memiliki arti “rambut cokelat” dalam bahasa Jepang, ini adalah gaya bleaching atau juga mewarnai rambut yang populer ditemukan di kalangan remaja Jepang. Namun trend ini sempat dilarang oleh sekolah-sekolah di Jepang dan membuat sebuah topik hangat tentang sebuah hak kebebasan dalam kewarganegaraan namun lama kelamaan mulai memudar begitu saja karena pertumbuhan fashion yang besar di Jepang. Sehingga trend warna rambut cokelat tetap populer hingga saat ini.

Simak Juga : Tradisi Orang Jepang Dalam Bersulang Minuman

Tradisi Rambut Cokelat Masyarakat JepangKetika dulu seseorang mewarnai rambutnya cokelat merupakan tindakan yang nakal, seperti menjadi bukan masyarakat Jepang. Fenomenanya kala itu seperti tato dimana banyak masyarakat Jepang yang mengecap tato adalah sebuah bagian dari kriminalitas atau kejahatan. Tren chapatsu sendiri dimulai pada sekitar tahun 1990-an, ketika itu cukup banyak anak remaja mulai mewarnai rambut mereka secara bersamaan. Meskipun sub kultur Jepang terbilang sangat bermacam-macam tetapi masyarakat Jepang sebenarnya konservatif dalam hal fashion.

Ahli konservatif di Jepang berspekulasi bahwa tren chapatsu mewakili kompleks inferioritas rasial. Beberapa nasionalis Jepang menuntut agar anak-anak menghormati warisan Asia mereka dengan rambut hitam alami sehingga sering terjadi sebuah pelecehan atau perbedaan sikap polisi kepada para remaja yang mewarnai rambutnya menjadi cokelat. Bahkan sempat terjadi seorang kepala polisi di Hokkaido dipecat pada pertengahan tahun 1990an karena menuangkan bir ke kepala seorang anak laki-laki berambut coklat.

Sebenarnya tradisi orang Jepang sangat ketat mengenai cara berpakaian sejak jaman dahulu. Dari usia muda, para murid di Jepang wajib menggunakan seragam tidak seperti sekolah-sekolah di negara barat dan peraturan berpakaian ketat ini berlaku sampai lulus SMA. Lalu sebagai mahasiswa, orang Jepang bebas berpakaian seperti yang mereka inginkan. Namun ini tidak akan berlangsung lama karena saat tahun-tahun terakhir mahasiswa mencari pekerjaan para mahasiswa tersebut mau tidak mau harus berbusana rapih lagi seperti layaknya para pekerja kantoran.

Tradisi Rambut Cokelat Masyarakat JepangPada jaman modern saat ini rambut berwarna cokelat telah menjadi hal yang umum di Jepang. Masih sampai saat ini sekolah di Jepang sangat sulit untuk memberlakukan larangan rambut cokelat. Tentu seperti layaknya orang-orang negara asia lainnya bila sebagian besar orang Jepang memiliki rambut alami berwarna hitam. Namun lucunya sebagian besar para murid-murid sekolah Jepang mengaku rambut mereka alami berwarna cokelat karena sangat kecil kemungkinan orang Jepang memiliki warna rambut cokelat alami. Namun menurut survey rata-rata orang tua Jepang sering mendukung hak anak mereka untuk mengubah warna rambut mereka.

Akhirnya beberapa sekolah menyerah dan memperbolehkan siswa-siswanya memiliki rambut berwarna tetapi untuk sebagian besar perusahaan tidak menyerah seperti itu dan tetap menetapkan peraturan ketat tanpa adanya pengecualian untuk rambut berwarna cokelat. Rambut hitam biasanya menjadi keharusan juga untuk berbagai aktivitas tradisional seperti contohnya seorang Geisha dan juga Sumo yang mewajibkan rambut warna hitam alami.

%d bloggers like this: