A password will be e-mailed to you.

Berita Lifestyle Jepang – Hikikomori merupakan sebuah fenomena perubahan sikap pada kalangan remaja atau orang dewasa yang terjadi dalam masyarakat Jepang, menurut sejumlah ahli kesehatan Hikikomori merupakan sebuah bentuk depresi yang unik sehingga mengubah sikap seseorang di Jepang menjadi ingin mengurung diri atau menghindari keramaian sosial.

Survey Dan Fenomena Hikikomori Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

image : goboiano.com

Alasan-alasan hadirnya Hikikomori ternyata tidaklah karena satu alasan namun hal ini terjadi karena banyak alasan, setidaknya ini terihat jelas melalui ungkapan seorang wanita berusia 50an yang diwawancarai oleh pihak Kyodo News di Stasiun JR Shinjuku, Tokyo. Dia adalah seseorang yang anggota keluarganya mengalami hikikomori.

Simak Juga : Cuaca Buruk Sedang Melanda Bagian Barat Dan Tengah Pulau Honshu Jepang

Survey Dan Fenomena Hikikomori Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

image : witness.worldpressphoto.org

Putri perempuan tersebut berusia 20 tahunan, putus kuliah tanpa persyaratan yang cukup untuk lulus. “Hari ini putri saya juga bilang dia demam, dan sedang tidur di rumah. Dia seorang NEET!” perkataan wanita tersebut sambil dengan pandangan kecewa, NEET sendiri merupakan sebuah akronim untuk seorang pemuda yang tidak bekerja, belajar maupun latihan.

Di SMP, putrinya sering bolos sekolah karena demam yang tidak bisa dijelaskan. Wanita tersebut mengatakan mungkin karena kondisi pernikahan mereka yang buruk adalah penyebab mengapa putrinya saat ini menjadi seperti itu, namun meskipun begitu dirinya selalu melakukan yang terbaik untuk membesarkan putrinya tersebut selama ini dan sekarang putrinya telah berubah dan mau belajar kembali dan sedang menjalani pelajaran arsitektur di sebuah Universitas.

“Selama dia memiliki standar untuk bagaimana dia menjalani hidupnya, saya tidak yakin ada yang salah dengan menutup dirinya. Saya percaya pada anak perempuan saya,” kata wanita tersebut sebelum akhirnya berjalan pergi.

Sebuah survei sosial mengenai fenomena ini dikatakan menurun dari sekita 696.000 masyarakat Jepang yang menutup diri dirumah pada tahun 2010 menjadi sekitar 541.000 pada tahun 2015, survey tersebut juga menghasilkan bila saat ini Jepang mengalami peningkatan jumlah hikikomori pada usia setengah baya dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab seseorang menjadi Hikikomori sangat beragam, hal tersebut tergantung dari sebuah peristiwa yang pernah dialaminya sepanjang hidup.

Survey Dan Fenomena Hikikomori Dalam Kehidupan Masyarakat Jepang

image : imdb.com

Dalam sebuah wawancara jalanan yang dilakukan oleh pihak media Kyodo News pada bulan April lalu, dengan total 19 dari 41 orang yang diwawancarai dengan rentang umur remaja hingga 70an, mengatakan mereka memiliki orang-orang yang dekat dengan mereka menjadi seorang hikikomori, bahkan beberapa bisa menceritakan bagaimana kisah isolasi yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Mereka juga ditanyai tentang cara-cara terbaik untuk menghadapi orang-orang yang berpaling dari masyarakat.

Banyak pihak yang diwawancarai ini mengatakan bila fenomena Hikikomori datang dengan beragam kondisi dan alasan, salah satunya seperti iri pada kondisi keluarga orang lain atau juga memiliki pengalaman negatif terhadap orang-orang sekitar sehingga membuat dirinya menutup diri dari sosial, untuk menghadapi seseorang dengan masalah ini sebenarnya tidak dapat dilakukan dengan sebuah paksaan atau secara cepat. Pendekatan secara tidak langsung atau mendengarkan seorang Hikikomori dengan beban apa yang mereka rasakan dan memberikannya solusi-solusi secara halus menjadi cara terbaik menurut banyak orang-orang.

Source : Kyodo News

%d bloggers like this: