Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Berita Arsitektur Jepang – Jika Stasiun Shinjuku adalah stasiun tersibuk dalam hal jumlah penumpang setiap harinya, maka stasiun Tokyo, yang berlokasi di kawasan bisnis Marunouchi di Chiyoda adalah stasun tersibuk dalam hal jumlah kereta yang berlalu-lalang setiap harinya. Stasiun Tokyo melayani tiga jalur operator: JR East, JR Central, dan Tokyo Metro. Ada 20 jalur yang beroperasi di stasiun ini, termasuk Narita Express di jalur Sobu dan enam jalur Shinkansen, atau jalur kereta cepat. Tempat penjualan tiket dari setiap operator berada di dalam stasiun, jadi jika Anda membutuhkan tiket untuk naik Shinkansen atau ingin menambahkan saldo di kartu Suica, tak perlu khawatir.

Baca Juga : KUNJUNGI SURGA HOBI JEPANG DALAM NAKANO BROADWAY

Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Setiap harinya, ada lebih dari 3000 kereta yang berangkat dari dan menuju Stasiun Tokyo dan mengangkut sekitar 400.000 penumpang, sehingga membuat stasiun ini menjadi stasiun tersibuk ketiga di jaringan kereta JR East. Selain itu, alasan lain yang membuat Stasiun Tokyo menjadi salah satu stasiun utama di Tokyo tentu saja karena Stasiun Tokyo menyediakan layanan kereta super ekspres Shinkansen. Jalur subway Marunouchi Line juga tidak kalah sibuk, karena mengangkut sekitar 180.000 penumpang per hari, sehingga jalur subway Marunouchi Line di Stasiun Tokyo juga termasuk dalam 10 stasiun subway tersibuk di Tokyo.

Baca Juga : 10 TIPS INTERIOR TERLIHAT GAYA JEPANG

Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Stasiun Tokyo pertama kali dibuka pada 20 Desember 1914, jadi sekarang usianya sudah 102 tahun. Pada perayaan 100 tahun Tokyo Station tahun 2014 lalu, diadakan pameran yang bisa dihadiri oleh pengunjung di Tokyo Station Gallery, lho. Bangunan awal dari Stasiun Tokyo Marunouchi Building ini berupa bata merah yang masih awet dipertahankan sampai sekarang. Ketika pertama kali dibuka, bangunan Stasiun Tokyo masih berupa stasiun dengan 4 peron, yaitu peron untuk kereta listrik (yang sekarang menjadi peron untuk jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku Line), dan peron untuk kereta non-listrik (yang sekarang menjadi peron untuk jalur Tokaido Line).

Peron untuk jalur utama yaitu Chuo Line baru diperluas pada tahun 1919. Pada awalnya, Stasiun Tokyo hanya memiliki satu pintu utama, yaitu pintu Marunouchi. Pintu utama lainnya, yaitu pintu Yaesu baru dibuka pada tahun 1929. Ketika masa Perang Dunia II, bangunan Stasiun Tokyo ikut terkena dampak kerusakan, tapi segera bisa diperbaiki. Kemudian, Stasiun Tokyo terus mengadakan pembangunan dan perkembangan secara bertahap yang akhirnya selesai pada bulan Oktober 2012 lalu.

%d bloggers like this: