Seni Budaya Jepang – Jika-Tabi (地下足袋) adalah jenis alas kaki outdoor yang dipakai di Jepang. Menurut sejarahnya alas kaki ini ditemukan pada abad ke-20, jadi memang belum terlalu lama ditemukan. Diluar Jepang alas kaki ini lebih dikenal dengan sebutan “Tabi” saja, mereka dimodelkan seperti tabi, yang merupakan sebuah kaus kaki Jepang tradisional. Seperti tabi lainnya, jika-tabi memiliki area terbelah di tengah-tengah namun mereka biasanya digunakan untuk tugas yang lebih berat seperti fungsi sepatu bot.

Sepatu Tradisional Jepang Yang Disebut Jika Tabi

image : GEOCITIES.ws

Simak Juga : Teknik Panahan Tradisional Jepang Yang Disebut Yabusame

Sepatu Tradisional Jepang Yang Disebut Jika Tabi

image : hiveminer.com

Tokujirō Ishibashi, saudara dari Shōjirō Ishibashi yang merupakan pendiri perusahaan ban besar Bridgestone Corporation, dikreditkan dengan penemuan sepatu ini. Jikatabi adalah sepatu kain dengan sol karet yang berbentuk seperti alas kaki tradisional Jepang. Karena itu juga sepatu ini populer di kalangan pekerja konstruksi Jepang dan beberapa pekerja kasar lainnya seperti petani, tukang kebun dan penarik becak.

Meskipun Jika-Tabi tidak memiliki pelindung pada bagian depan kaki seperti sepatu bot namun beberapa para pekerja di Jepang justru mengklaim sepatu Jika-Tabi lebih memberikan rasa aman karena masih dapat merasakan tanah dengan kaki mereka. Karena semakin kesini semakin digunakan untuk sebuah pekerjaan lapangan, sehingga uji kualitas sepatu ini diperketat untuk alasan keamanan. Selain bentuknya yang unik ternyata popularitas sepatu ini juga tinggi karena memiliki bentuk yang sama dengan sepatu yang dipakai oleh para Samurai saat dahulu.

Sepatu Tradisional Jepang Yang Disebut Jika Tabi

image : pinterest.com

Dalam beberapa tahun terakhir, jika-tabi pabrikan, seperti Marugo dan Rikio telah memperkenalkan versi “Steel Toe” dan “Hard Resin” yang telah disetujui oleh Pusat Sumber Daya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jepang (JOSHRC). Terdapat variasi lain dari Jika-Tabi yang disebut Matsuri-Tabi. Sesuai dengan namanya tabi yang satu ini dipakai selama festival, tentu sedikit berbeda dari Jika-Tabi karena yang ini memiliki bantalan tambahan untuk solnya.

%d bloggers like this: