Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Seni Budaya Jepang – Anda yang merasa pecinta kebudayaan Jepang tentunya sudah mengetahui apa itu Ikebana! Ikebana sendiri merupakan seni dalam merangkaikan bunga yang cukup populer di Negeri Sakura. Ikebana atau seni merangkai bunga di Jepang ini pada dasarnya memiliki perbedaan dengan gaya merangkai bunga di Barat. Gaya merangkai bunga di Barat melibatkan pengaturan yang simetris pada bunga-bunga yang disusunnya didalam pot bunga, sedangkan pada seni Ikebana Jepang yang memiliki arti “bunga tetap hidup” memiliki pengaturan yang jauh lebih rumit dan kompleks.

Baca Juga : Festival Besar Kasuga Wakamiya Di Prefektur Nara

Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Di Jepang sendiri ada beberapa tempat yang menyediakan pendidikan dalam seni merangkai bunga dan beberapa yang populer seperti Ikenobo, Sogetsu dan Ohara. Dan sekolah yang tertuanya ialah Ikenobo yang didirikan oleh pendeta Budha Ikenobo Sinkei pada abad ke-15. Ikenobo Senkei sendiri kerap dianggap sebagai pencipta Rikka atau gaya bunga berdiri. Gaya tersebut merupakan eksprresi Budha terhadap keindahan alam yang ditemuinya. Sekolah tersebut berada di kuil Rokkakudo di Kyoto.Awal Ikebana dapat ditelusuri bersamaan dengan masuknya agama Budha ke jepang pada abad ke-6. Ikebana pada awalnya menjadi bagian dari ibadah persembahan bunga untuk menghormati Budha. Di India, tempat kelahiran agama Budha, bunga-bunga ditempatkan sangat informal dan kadang-kadang berserakan di altar. Pada abad ke 10, orang Jepang mulai menyajikan persembahan bunga mereka dalam rangkaian yang diletakkan dalam suatu wadah atau vas.

Seni Budaya Jepang | Artforia.com

Pola dan gaya Ikebana terus berevolusi yang tadinya hanya digunakan untuk merangkai bunga persembahan hingga menjadi seni yang digemari dan dipraktikkan semua lapisan masyarakat. Berbagai naskah ditulis untuk mendokumentasikan Ikebana. Naskah tertua yang ditemukan disebut Sendensho yang merupakan kompilasi tulisan dari tahun 1443-1536. Sejak itu aturan dalam Ikebana lantas dibakukan. Dalam bentuk baku ini batang utama harus didampingi oleh dua batang yang lebih pendek. Ketiga batang ini mewakili langit, manusia, dan bumi. Pada tahun 1545, aliran Ikenobo, merumuskan prinsip-prinsip merangkai Rikka dengan menamai tujuh cabang utama yang digunakan dalam perangkaian bunga. Seiring waktu berlalu, Ikebana menjadi bagian utama dari festival tradisional Jepang, dan pameran Ikebana diadakan secara berkala

%d bloggers like this: