A password will be e-mailed to you.

Fashion Jepang – Bagi remaja Jepang, bergaya nyeneh dan unik merupakan hal yang bukan tabu, dengan tampilan gaya busana yang campur aduk, dengan perpaduan warna yang mencolok, bukan berarti tidak bisa di kombonasikan bagi mereka, seperti halnya di bawah ini, gaya fashion Jepang yang sangat mempengaruhi sejarah Jepang kepada dunia, seperti yang akan kita bahas satu persatu, dari gaya busana yang lucu dan imut, hingga gaya fashion Jepang yang aneh tapi unik, yuk kita simak gaya fashion Jepang apa saja yang mempengaruhi sejarah Jepang serta dunia :

Baca Juga : Fotografi Unik Dengan Miniatur Kecil Oleh Fotografer Terkenal Tanaka Tatsuya

1. Lolita

Gaya Fashion Unik Yang Mengubah Sejarah Jepang

Image : brilio.net

Gaya Fashion Harajuku Lolita Seperti yang pernah Artforia bahas di Aneka Ragam Jenis Fashion Jepang Lolita merupakan gaya busana yang elegan dan berjalan melintas waktu ke masa lalu, seperti ke abad ke-18 Perancis, jika kamu perhatikan gaya fashion Lolita, gaun nya terlihat mirip seperti dengan gaun Marie Antoinette, akan tetapi gaun ini lebih pendek, cetakannya pun sangat bervariasi dari cangkir teh sampai kuda dan bahkan salibm dengan penggunaan warna pastel yang terlihat simple dan ringan, namun lain cerita dengan aksesorisnya seperti tasm sepatu yang di kombinasikan dengan gaya fashion lolita ini, harus terlihat sangat mencolok, dan uniknya juga mereka sering maembawa boneka binatang.

Tren gaya fashion Jepang ini kembali di tahun 1987 ketika itu majalah yang masih beredar saat itu, yang populer adalah Ryuko Tsushin, mereka membuat sesuatu yang unik dengan cara menghubungkan nama L dengan tampilan Rococo yang unik dan lucu, walau sampai sekarang belum diketahui kenapa mereka melakukan itu, dan nyatanya sangat mengejutkan, secara pelan-pelan dipopulerkan pada akhir 1990-an dan 2000-an oleh berbagai macam merek Fashion saat itu, mempromosikan tren dengan cara mengkategorikan gaya fashion Jepang resmi di majalah dan toko-toko.

Dengan berkembangnya jaman dan gaya berbusana masyarakat Jepang, tidak mengherankan Gaya Fashion Lolita berkembang pula, dengan terbaginya 3 macam gaya fashion Lolita, tiga gaya Lolita yang berbeda itu adalah : Classic Lolita, Sweet Lolita dan Gothic Lolita, dan yang paling banyak para wanita gunakan, adalah Sweet Lolita.

Sweet Lolita yang berciri khas gau yang imut, serta warna pastel, dan motif cetak girly, membuat gaya lolita ini tidak heran di panggil Sweet Lolita. Sedangkan untuk Classic Lolita dari nama gaya fashionnya saja kalian sudah dapat menilainya gaya busana yang classic dengan gaya makeup semi-suppin yang berarti dengan make-up wajah penuh, dengan penggunaan warna gelap, motif antik serta motif bunga, dan untuk gaya busana fashion Jepang lolita yang terakhir, Gothic Lolita tamilannya lebih terlihat seperti vampy, dengan penggunaan warna yang lebih banyak ke warna gelap, hitam, Gothic sagat kental dengan motif katedral, salib, dan lampung gantung (lentera) untuk gaun mereka, dengan riasan make-up yang bersandar ke kulit lebih pucat dan tampilan gothic di tekankan degan putih atau hitam.

2.Gyaru

Gaya Fashion Unik Yang Mengubah Sejarah Jepang

Image : TokyoFashion

Gaya Fashion Harajuku Gyaru adalah transliterasi bahasa Jepang dari kata bahasa Inggris “gal.” Gaya ini muncul di tahun 1970-an. Telah jarang pengguna fashion ini seperti pada hari-hari sebelumnya, jikalau kau nongkrong di Shibuya 109, kau masih dapat melihat sebagian orang menggunakan fashion ini.

Gyaru dikenal sebab kulitnya yang kecokelatan, dihias kuku yang dihiasi, rambut besar, bulu mata, riasan dramatis dan tentu saja, tanda V yang terkenal, yang disebut “tanda perdamaian” di Jepang. Semuanya ditandai dengan berlebihan, rambutnya dihiasi dengan bulu, bunga, berlian, dan dirapikan dengan cara suji mori, sejenis gaya rambut dimana rambutnya bervolume dan didefinisikan dengan untai. Kuku tidak hanya mempunyai berlian dan glitter namun gantungan kunci dengan karakter anime.

Seperti Lolita dan gaya lainnya, popularitas ini mempunyai sebagian subkategori berbeda, yang paling lazim adalah hime gyaru (puteri gal), ganguro (wajah hitam), dan kogyaru (sekolah gal). Ganguro dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yamanba dan banba. Yamanba dan ganguro umumnya ditandai dengan warna neon yang mencolok, lingkaran dicat putih di sekitar mata, rambut yang di warnai, kulit yang betul-betul kecokelatan dan garis-garis putih di zona yang paling terang di wajah mereka, padahal hime gyaru dan kogyaru mengandalkan baju luar, namun rambutnya masih berwana ekstrem, volume dan riasan tebal.

3. Decora

Gaya Fashion Unik Yang Mengubah Sejarah Jepang

Image : brilio.net

Gaya Fashion Harajuku Decora yaitu gaya mode Jepang yang juga diketahui sebagai “Dekora” atau “Decorer”. Decora style terdiri dari warna-warna cemerlang, jepit rambut liar dan busur, dan ton layering dan aksesoris. Aksesoris termasuk mainan plastik dan perhiasan, yang klik sama dan membikin kebisingan sebagai pemakainya bergerak. Gaya ini kadang-kadang keliru disebut “Fruit-style” oleh orang-orang yang bukan dari Jepang.

Decora Style yang dapat kita lihat jika kalian mengunjungi sekitar stasiun harajuku Jepang, kalian dapat melihatnya banyak sekelompok remaja maupun orang dewasa yang merupakan penggemar dari street style harajuku Decora dengan dandanan yang penuh aksesoris, masker, dan juga pastinya pernak-pernik yang banyak warna.

Jika kita lihat Decora memang seperti gaya yang kekanak-kanakan, tetapi tampilan sangat lucu jika kalian perhatikan seksama, untuk gaya fashion Decora, diharuskan mempunyai mental baja, jika kamu berani memakai pita rambut sebanyak 16 pita dan juga memakai tiga pasang kaus kaki sekaligus, mungkin Decora pilihan yang cocok buat anda.

Kata ‘decora’ hanyalah sebuah versi singkat dari ‘dekorasi’ dan beberapa besar dipakai oleh remaja muda Jepang. Hal ini bisa tak jarang keliru sebagai BUAH-Fashion orang di luar Jepang, melainkan lebih seputar menghasilkan aura main-main si kecil kecil atau kelucuan dengan lapisan, warna cemerlang dan kilo perhiasan. Item Populer di Decora termasuk Hello Kitty dan barang Pokemon, perhiasan plastik yang terang, jepit rambut berwarna dan bola dan sepatu bot fuzzy. Ini bukan seputar hanya melemparkan sesuatu bersama-sama: Sebuah melihat dari dekat beberapa gadis menampilkan tingkat besar pemikiran yang telah dimasukkan ke dalam pakaian keras mereka.

4. Visual-kei

gaya fashion harajuku visual key

Image : wikipedia

Gaya Fashion Harajuku Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual(bahasa Inggris), dan Kei(bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. Bila golongan sosial Punk berasal dari London, karenanya Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系 bijuaru kei) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir senantiasa terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam format merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kaprah-kaprah keseluruhan antara remaja putra dan putri.

Anggota band Visual Kei kerap memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang betul-betul kompleks. Meskipun sebagian besar musisi merupakan laki-laki. Anggota band kerap bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada walhasil sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans merupakan dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band unggulan mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.

Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tak mengacu pada macam musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna Sea, Dir en Grey, The GazettE, Due’le Quartz, Plastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Versailles, Malice Mizer, Moi Dix Mois, Rentrer en Soi, D’espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti Alice Nine,Daizy Stripper,Galeyd,Born,D=OUT, Glay, Shazna, Aucifer, dan musik heavy metal dan Ballad seperti X Japan, Loudness, Buck- Tick, Sex Machine Gun, kecuali itu musik industrial, punk, dan techno kadang – kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar menetapkan memainkan sebagian macam musik rock.

Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic sebab kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tapi sebagian gothic Jepang tak dapat memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan kultur kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang di luar contoh gothic lolita, yang mana diberi pengaruh oleh subbudaya gothic.

Secara luas gerakan ini sudah diawali oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat popularitas dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.

%d bloggers like this: