DIY&Craft – Pertarungan pedang di Jepang sebenarnya dipengaruhi besar oleh seberapa bagusnya sebuah kualitas katana yang dibuat oleh seorang pengrajin pedang, seperti misalnya pengrajin legendaris Masamune dan Muramasa, para pengrajin senjata tajam di Jepang sebenarnya tidak hanya membuat katana namun juga senjata lainnya seperti wakizashi, tantō, yari, naginata, nagamaki, tachi, uchigatana, nodachi, ōdachi, kodachi, dan ya (panah). Pemilihan bahan dasar yaitu logam menjadi elemen penting untuk sebuah kualitas senjata tajam seperti katana.

Proses Pembuatan Pada Pedang KatanaPembuatan pedang Jepang atau disebutnya katana sering ditempa dengan cara dan bahan yang berbeda, ketebalan pisau yang berbeda, dan jumlah penggilingan yang bervariasi. Wakizashi dan tantō merupakan bentuk kecil dari pedang katana, namun memiliki sedikit perbedaan yang biasanya sering ditempa tanpa punggungan (hira-zukuri).

Simak Juga : Membuat Mainan Sushi Dari Kertas Busa

Proses Pembuatan Pada Pedang KatanaPenempaan atau pembuatan senjata tajam Jepang biasanya memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu terutama untuk pembuatan katana karena pada jaman dahulu pembuatan senjata ini dianggap sebagai seni sakral, yang secara tradisional disertai dengan panutan ritual Shinto yang besar. Seperti banyak usaha yang rumit, dan membutuhkan beberapa pengrajin dalam pembuatannya. Setiap pengrajin akan mengejerkan bagiannya masing-masing sesuai bagian dan keahilannya, misal seperti pengrajin pertama yang membuat bentuk kasar awalnya yang kemudian dilanjutkan pengrajin kedua pada bagian penghalusan, bahkan terkadang sampai ada pengrajin spesialis bagian penutup pedang dan juga tsuba.

Terdapat Beberapa tahap dalam pembuatan sejata tajam atau katana.

Forging.
Proses ini merupakan tahap awal dalam membuat setiap jenis benda tajam begitu juga dengan katana yang dilakukan oleh para pengrajin, dimana prosesnya membentuk sebuah besin menjadi bentuk seperti sebuah senjata dengan cara dipanaskan dalam suhu yang sangat tinggi dan kemudian memukulnya dengan palu untuk membentuknya ketika masih panas dan belum mengering.

Polishing
Ketika pisau atau pedang kasar selesai dibentuk, para pengrajin akan menghaluskan bentuk dari pedang kasar tersebut dengan ditempelkan pada alat penggosok yang disebut togishi, proses dari ini adalah memperbaiki bentuk pisau yang belum sempurna menjadi memiliki nilai estetika. Dalam proses ini cukup memakan banyak waktu, bahkan bisa mencapai 1 minggu atau lebih. Alat pemoles pada jaman dahulu biasanya menggunakan tiga jenis batu, sedangkan untuk alat pemoles modern saat ini umumnya menggunakan tujuh. Pemolesan yang profesional dilakukan sekitar tahun 1600 ke atas, karena sebelum tahun 1600 lebih mengutamakan fungsinya ketimbang sebuah tampilan. Dalam tahap ini tentunya pengrajin harus extra hati-hati karena bila salah akan mengurangi kualitas dari pedang itu sendiri.

Mountings
Setelah selesai melakukan tahap penghalusan pedang kasar pada polishing maka selanjutnya menggabungkan pedang dengan pegangan dan juga tsuba yang dubuat dari kayu dan besi, dalam proses ini tidak memakan waktu lama karena biasanya pihak pengrajin lain telah membuat tsuba dan juga pegangan pada pedang tersebut.

%d bloggers like this: