Urban Legend Jepang – Sebuah bencana ataupun tragedi setiap negara pastilah pernah mengalaminya begitu juga dengan Jepang yang memiliki beberapa tragedi besar salah satunya adalah tragedi pembunuah masal oleh seorang pria di daerah Akihabara dengan menggunakan mobil dan pisau, tragedi ini cukup mengherankan memang awalnya karena tidak ada motif jelas oleh sang pembunuh atas tragedi ini. Tragedi terjadi tepat pada tanggal 8 Juni 2008 hari minggu pada jam 12 siang, tempat lokasi kejadian memang sedang ramai-ramainya ketika itu karena merupakan pusat tempat perbelanjaan anime, game, elektronik dan semacamnya.

Simak Juga : Legenda Burung Houou Pembawa Berkah

Total korban dari kejadian ini tentu cukup besar yaitu adalah kurang lebih adalah 17 orang, pada awal kejadian tersangka membawa truk menabrak ke tengah-tengah kerumunan menyebabkan 3 orang meninggal dan 2 orang luka berat lalu setelah itu tersangka turun dari truk sambil memegang sebuah pisau dan menusuk-nusuk secara membabi-buta kurang lebih sebanyak 12 orang dengan diketahui 4 meninggal dunia dan 8 luka-luka.

artforia.comSetelah melalui beberapa investigasi setelah kejadian ini akhirnya departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo menahan seorang pria bernama Tomohiro Katō yang berusia 25 tahun (加藤 智大 Katō Tomohiro).  Tersangka, yang mengenakan kaos hitam dengan jaket dan celana putih, adalah penduduk Susono, Shizuoka. Dia ditahan di Kantor Polisi Manseibashi. Dua hari kemudian setelah kejadian tersebut pada tanggal 10 Juni, dia dikirim ke Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo. Dia kemudian ditangkap kembali oleh polisi pada tanggal 20 Juni karena dicurigai melakukan pembunuhan. Katō dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Distrik Tokyo pada tahun 2011, dan hukuman dijatuhkan pada banding pada tahun 2015.

artforia.comartforia.comSetelah adanya tragedi ini beberapa cerita-cerita horror bermunculan seperti misalnya arwah para korban yang tidak tenang pada lokasi kejadian suka menampakan wujudnya, rumor-rumor ini populer dikalangan anak sekolah Jepang, si pelaku diketahui memiliki kelainan jiwa dan menurut pernyataan pelaku dirinya menghapus semua kontak dan catatan komunikasi dari telepon genggamnya sesaat sebelum serangan tersebut, yang tujuannya untuk menghindari mengganggu orang di sekitarnya, Kata sang pelaku kemudian mengatakan bahwa dia mengirim pesan online dengan harapan polisi akan memperhatikan dan menghentikannya.

Bagaimana menurut kalian tentang kejadian ini tentunya menjadi sebuah kejadian yang tidak bisa dilupakan terutama bagi masyarkat Jepang, semoga tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini ya!.

%d bloggers like this: