Berita Film Jepang – Akihabara menjadi salah satu tempat tersibuk di Jepang, sekaligus juga menjadi tempat berkumpulnya para Otaku (seseorang yang sangat menyukai anime, manga, maid kafe, klub idol dan beberapa produk serta layanan sejenisnya). Namun siapa yang menyangka bila daerah ini justru pernah menyimpan sebuah tragedi mengerikan yang tentunya menjadi mimpi buruk banyak masyarakat Jepang.

Melalui Film Berjudul "Noise" Sutradara Yusaku Matsumoto Mengajak Penonton Melihat Sisi Gelap Dari Kehidupan Modern Di Kota Tokyo

image : japan-forward

Simak Juga : Film Live Action Tokyo Ghoul Dapatkan Sekuelnya Dalam Waktu Dekat

Melalui Film Berjudul "Noise" Sutradara Yusaku Matsumoto Mengajak Penonton Melihat Sisi Gelap Dari Kehidupan Modern Di Kota Tokyo

image : tasteofcinema

Tragedi tersebut dinamai “Akihabara Massacre”, terjadi pada hari minggu dimana terlihat seorang pria mengendarai sebuah mobil truk box di jalan utama Akihabara, menabrak sekumpulan pejalan kaki yang sedang menyeberang dan kemudian keluar dari mobil serta menusuk orang-orang di sekitarnya. Polisi datang dan langsung melumpuhkannya, dalam tragedi tersebut tercatat sekitar 7 warga meninggal dunia dan 10 orang lainnya terluka parah. Tragedi tersebut telah berlangsung pada 25 tahun yang lalu, namun tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Jepang sekitar Akihabara.

Yusaku Matsumoto merupakan seorang sutradara film yang berani untuk menunjukan kepada dunia, bagaimana tragedi tersebut terjadi dan bagaimana suasana mencekam yang dirasakan para korban dan juga kondisi pelaku yang memiliki kehidupan kelam, dengan judul film “Noise” Yusaku ingin memberikan gambaran bagaimana tragedi tersebut terjadi. Film ini sendiri telah dirilis sejak tahun 2017 silam, namun cukup banyak para penyuka film Jepang yang belum mengetahuinya.

Melalui Film Berjudul "Noise" Sutradara Yusaku Matsumoto Mengajak Penonton Melihat Sisi Gelap Dari Kehidupan Modern Di Kota Tokyo

Melalui Film Berjudul "Noise" Sutradara Yusaku Matsumoto Mengajak Penonton Melihat Sisi Gelap Dari Kehidupan Modern Di Kota Tokyo

image : japan-forward

Dalam tragedi tersebut Yusaku Matsumoto masih seorang pelajar tingkat akhir, dan pada saat yang sama Yusaku kehilangan salah satu teman baiknya karena melakukan bunuh diri. Meskipun insiden pembunuhan masal dan bunuh diri berbeda, tetapi menurutnya hal tersebut memiliki unsur atau motif dari akar yang sama. Dirinya ingin menggambarkan kerumitan itu dalam film Noise, mengajak semua penonton untuk bisa berpikir bersama tentang mencegah hal-hal buruk seperti itu.

Dalam film tersebut, tokoh utama seorang wanita bernama Misa merupakan pekerja klub idol di daerah Akihabara, dirinya kehilangan ibunya dalam insiden Akihabara dan ayahnya melecehkannya dan menyiksanya karena dibawah tekanan stress kehilangan istri tercintanya. Tokoh utama lainnya, yang bernama Ken, merupakan seorang remaja pria yang ditinggalkan ayahnya dan dibesarkan hanya oleh seorang ibu yang selalu berhutang pada seorang pria. Ken pada awalnya orang yang rajin dan pekerja keras, namun karena tekanan hidup yang di alaminya, dirinya mulai membuat ancaman kematian kepada orang-orang secara acak melalui telepon.

Melalui Film Berjudul "Noise" Sutradara Yusaku Matsumoto Mengajak Penonton Melihat Sisi Gelap Dari Kehidupan Modern Di Kota Tokyo

Dalam film ini menampilkan di mana setiap karakter berjuang dalam kondisinya masing-masing yang membuat mereka merasa putus asa dengan sebuah kehidupan, dan skenario film juga menampilkan beberapa karakter saling terkait ketika plot cerita berlangsung, jika dilihat secara sekilas mungkin sang pembunuh lah yang satu-satunya harus disalahkan, tetapi dari sudut pandang lain dan kondisi yang di alami sang pembunuh semua mengetahui bila semua orang bisa saja menjadi seperti itu di bawah tekanan psikologi yang berat, bagaimana tertarik untuk menontonnya?.

%d bloggers like this: