Seni Budaya Jepang – Jepang memang merupakan negara yang masih memiliki sebuah sistem kerajaan didalam pemerintahannya. Hari ulang tahun Kaisar tentu akan menjadi hari libur nasional. Kaisar Jepang untu saat ini lahir pada tanggal 23 Desember. Kaisar yang jarang tampil didepan publik akan menampilkan dirinya pada hari ulang tahun ini.

Festival Tenno Tanjobi Merupakan Hari Ulang Tahun Kaisar JepangHari spesial ini juga dikenal dengan sebutan Tenno Tanjobi dalam bahasa Jepang. Kaisar Akihito, Kaisar saat ini, lahir pada tanggal 23 Desember 1933. Secara teori, ketika raja kaisar berubah, tanggal liburan juga akan berubah mengikuti tanggal ulang tahun kaisar baru. Menurut hukum yang ada, Jepang harus segera mengadakan sebuah sidang atau rapat mengenai penentapan hari libur ketika kaisar baru naik tahta. Ulang tahun Kaisar Showa, tanggal 29 April, tetap merupakan hari libur setelah kepergiannya pada tahun 1989. Acara ini berganti nama menjadi Greenery Day. Namun, di tahun 2007 namanya berganti nama lagi menjadi hari Showa. Kaisar Showa adalah sosok kontroversial karena perannya dalam Perang Dunia II.

Simak Juga : Festival Menghanyutkan Boneka Dalam Hinamatsuri

Festival Tenno Tanjobi Merupakan Hari Ulang Tahun Kaisar JepangArea Istana Kekaisaran biasanya tertutup untuk umum. Namun akan menjadi sebuah open house pada Hari Ulang Tahun Kaisar berlangsung. Kaisar dan Keluarga Kekaisaran tampil di balkon yang telah tersedia untuk kesempatan ini. Kaisar mengatakan beberapa kata singkat. Setelah itu kerumunan dengan liar mengibarkan bendera Jepang kecil. Tentunya hanya pada kesempatan ini masyarakat Jepang bisa memasuki area istana setelahnya pada hari-hari biasa tentu saja tidak diperbolehkan.

Sebelum Perang Dunia II, acara ini disebut Tenchōsetsu (天長 節), “Tenchō Festival”. Tenchōsetsu sejajar dengan ChikyÅ«setsu (地 ä¹… 節), “ChikyÅ« Festival”, yang merujuk pada ulang tahun Permaisuri. Dua nama itu berasal dari ideologi Cina 天長地久, yang dipinjam dari Lao Tzu’s Tao Te Ching pada masa pemerintahan Kaisar Kōnin, yang berarti “Langit dan bumi, alam semesta adalah abadi”, dan mengungkapkan harapan akan umur panjang Kaisar yang memerintah . Setelah perang, pemerintah baru menamainya menjadi Tennō tanjōbi pada tahun 1948, dalam bahasa yang sedikit formal dengan makna yang lebih harfiah. Pada masa kekaisaran Taishō, beliau berulang tahun tanggal 31 Agustus dan selalu dirayakan sebagai Tenchōsetsu hingga pada tahun 1913, tetapi tanggal 31 Agustus selalu merupakan saat terpanas dalam setahun di Jepang dan menyulitkan berbagai kegiatan perayaan. Pada tahun 1914, perayaan ulang tahun kaisar ditunda selama dua bulan, dan perayaan hari Tenchōsetsu diubah menjadi tanggal 31 Oktober.

%d bloggers like this: