Artforia – Budaya Jepang memang telah banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu, terutama untuk dunia entertainmentnya dan hobi seperti film, animasi dan manga. Artforia akan mengajak anda mengenal salah satu warga negara Indonesia yang berhasil sukses dan tumbuh bersama kebudayaan Jepang, namanya adalah Fraditia Anggraini atau sering dipanggil Dhyta atau lebih dikenal juga dengan sebutan Dhyta Orenji pada akun fanspage Facebook miliknya. Beliau merupakan seorang vocalis yang fasih dalam berbahasa Jepang.

Dhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangWanita yang memiliki keturunan Mongolia ini dan telah memiliki seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan pria bernama Pepi Lubis, dirinya memang memiliki antusias besar dalam budaya Jepang, sejak kecil dirinya mengaku suka sekali menonton sebuah film kungfu dan sentai, namun hal paling membuatnya tertarik dengan Jepang adalah ketika kakaknya membeli sebuah manga berjudul Ashita no Jo (di Indonesia namanya diganti menjadi Boy Action 2) dan manga Candy Candy. Disitu dirinya mulai tertarik dengan Jepang, saat itu dirinya merasa kagum dengan orang Jepang yang dapat membuat karya semacam itu yang bisa menggerakan hati para pembacanya dan semakin menyukainya lagi ketika membaca manga KENJI karena bertemakan kungfu.

Simak Juga : Kimokal Musisi Indonesia Yang Sukses Konser Di Jepang

Dhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangDhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangSetelah terpengaruh dengan manga dirinya kemudian mengenal animasi Jepang dan juga serial Japanese hero seperti Doraemon, Remi, Ikkyusan, Yaiba, Sailormoon, Ksatria Baja Hitam, Winspektor dan masih banyak lagi. Dari saat itu dirinya mulai tertarik dengan bahasa Jepang melalui pembicaraan-pembicaraan dan musik dalam film tersebut. Menurut dirinya bahasa Jepang terdengar unik dan berbeda dengan bahasa mandarin yang biasa di dengarnya dalam film kungfu, menurutnya bahasa Jepang lebih halus dan kaku.

Tidak hanya sampai disitu saja pengaruh Jepang masuk kedalam dirinya, namun melalu hal lain yaitu sebuah game, hal tersebut dimulai sejak dirinya duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP), game JPRG Jepang dengan judul Tales of Destiny yang dibelikan oleh papanya. Dhyta sangat menyukai opening song yang ada pada game tersebut, judulnya adalaj Yume dearu youni by DEEN. Sejak saat itulah dirinya mulai masuk kedalam dunia musik Jepang atau Jpop dan dimulai dari situ juga dirinya membulatkan tekad untuk bisa menguasai bahasa Jepang.

Dhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangDhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangTidak ada tujuan yang rumit dalam dirinya untuk menguasai bahasa Jepang, sederhana namun penuh impian yaitu mengubah lagu yang disukainya kedalam bahasa Jepang. Karena telah dipengaruhi oleh beberapa budaya Jepang, membuat dirinya memutuskan mengambil jurusan bahasa Jepang saat memasuki kuliah, saat itu dirinya juga aktif dalam acara-acara musik Jejepangan yang sering diadakan oleh pihak kampus maupun daerah-daerah sekitar. Semenjak saat itu dirinya juga mulai aktif dalam menulis lagu dalam bahasa Jepang.

Waktu berlalu sampai dirinya menemukan pria yang tepat untuk dirinya dan kemudian menikah, namun hal tersebut bukan menjadi titik selesainya perjalanan Dhyta dalam mengenal Jepang. Karena sama-sama menyukai Jepang, dirinya dan sang suami akhirnya memutuskan untuk merantau ke Jepang. Disana dirinya sekolah kembali dan mengambil jurusan vocal serta masuk kedalam sebuah agency, dirinya bahkan rutin melakukan performing di live house sekitar shibuya-shinjuku-ikebukuro setiap akhir pekan. Dengan musik dirinya mengaku dapat bertemu dengan orang-orang yang unik di Jepang. Pengalaman tak terlupakan memang didapatkannya bersama suami ketika di Jepang dan sampai sekarang meskipun sudah kembali ke tanah air dirinya tidak akan pernah melupakan kenangan pahit dan manis di negeri Sakura tersebut.

Dhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya Jepang

Sebagai seorang vocalis dan juga penyuka Jepang tentu dirinya menyukai banyak penyanyi-penyanyi Jepang, salah satunya adalah Ayumi Hamasaki yang telah disukainya sejak remaja dan sampai saat ini daftar favoritnya terus bertambah seperti Superfly, Mao Abe dan Okuda Tamio, waktu sekembalinya ke Jakarta ia juga sempat tampil solo membawakan lagu-lagu cover Jpop bersama Ghiblinesia dan juga menjadi performers resmi untuk World of Ghibli Jakarta.

Selain dunia musik beliau juga menyukai Jepang dalam hal lain yaitu salah satunya adalah makanan, khususnya untuk jenis-jenis kue. Jepang yang memiliki daya tarik besar dalam dunia fashion tentu juga mempengaruhi dirinya dalam memilih sebuah busana, saat itu Dhyta dan suami memang tinggal dan bersekolah di Shibuya, Tokyo yang merupakan area terbesar untuk sebuah fashion di Jepang, jadi menurutnya cara terbaik untuk living like a local, dirinya harus menyesuaikan diri dan salah satu nya melalui fashion.

Dhyta Orenji Vocalis Indonesia Yang Tumbuh Bersama Budaya JepangSetelah perbincangan panjang bersama beliau yang berbaik hati meluangkan waktunya bersama Artforia, dirinya memberikan sebuah tips bagi para pembaca yang ini berpetualang dan berkarir seperti Dhyta, dirinya mengatakan.

“Jangan takut untuk keluar dari zona aman. Mumpung masih dalam usia produktif, lakukan hal-hal penuh challenge yang dapat menghiasi album memorimu, hal itu bisa menjadi inspirasi dalam berkarya!”

Untuk lebih dekat dan inspirasi lainnya dari Dhyta, anda bisa mengikuti akun Instagram yang dimilikinya.

Itulah perbincangan kami bersama Fraditia Anggrein, semoga dapat memberikan para pembaca inspirasi dan terima kasih untuk waktunya yang diberikan oleh Dhyta, ありがとうございました Arigatou gozaimashita!.

%d bloggers like this: