Berita Arsitektur Jepang – Sebuah studio arsitek Jepang yang bernama Snark Architecture melakukan renovasi sebuah apartemen di area kaki gunung di luar ibu kota Tokyo. Desain renovasinya mengambil konsep desain kabin tradisional yang dipenuhi dengan interior kayu untuk penghuni yang gemar mendaki dan trekking gunung.

Desain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureApartemen terletak di sebuah kondominium di kota pinggiran Chofu, gedung ini diberi nama House in Chofu, lokasinya dekat dengan gunung Takao dan sungai Tama, sang klien pemilik apartemen ini menyatakan bila mereka memiliki hobi kegiatan luar ruangan seperti misalnya berjalan kaki dan mendaki gunung. Sehingga sebuah desain yang simpel dan sederhana namun memiliki banyak ruang untuk peralatan mereka beraktivitas diluar sudah menjadi cukup bagi mereka.

Simak Juga : 5 Gedung Dengan Desain Unik Di Tokyo

Desain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureDesain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark Architecture“Rumah tersebut seperti sebuah base camp yang menghubungkan gunung dan kota,” kata direktur Arsitek Snark Yu Yamada kepada pihak Dezeen. Pada bagian dalamnya terlihat lemari dan lantai kayu mendominasi ruangan, yang dihias dengan sangat sedikit perabotan sehingga membuatnya tampak seperti kabin penyimpanan.

Untuk menciptakan lebih banyak ruang untuk menyimpan peralatan pendakian sang pemilik rumah, para arsitek dari studio Snark ini mengatur ulang seluruh ruang satu lantai ini. Mereka menghapus pembatas ruangan antara ruang tamu, dapur makan dan kamar tidur untuk menciptakan ruang terbuka yang hanya dipisahkan oleh panel kaca bening. Pintu diganti dengan pintu berbingkai untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih besar dan lebih terbuka.

Desain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureDesain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureDesain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureDesain Rumah Gunung Oleh Studio Arsitek Snark ArchitectureDibuat sebuah teras yang menawarkan pemandangan ke Gunung Takao, yang terletak di sebelah barat gedung. Meskipun rumah ini telah dirancang untuk lebih terbuka yang luas untuk area kamar tidur tetap diberukan ruang privasi dengan beberapa furnitur yang pas. Beberapa furnitur yang memisahkan dapur dan kamar tidur dibuat sedikit lebih tinggi dari perabotan lain, dan diatur sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan pada ruangan kamar tidur.

Setelah mengurangi ukuran ruang tamu, para arsitek menggunakan ruang kosong yang memiliki luas 9 meter untuk menciptakan sebuah “Ruangan Gunung”, yang merupakan sebuah ruangan untuk penghuni rumah bersiap-siap melakukan pendakian mereka.

Source : Dezeen

%d bloggers like this: