Berita Lifestyle Jepang – Sebuah kabar yang menyatakan seorang wartawan yang pernah meliputi sebuah bencana alam terbesar di Jepang pada tahun 2011 memenangkan penghargaan Rathbones Folio Prize pada beberapa hari lalu di Inggris. Richard Lloyd Parry’s dengan buku karyanya yang berjudul “Ghosts of the Tsunami” sukses meraih hadiah 20.000 pound (380jt Rupiah) yang acaranya berlangsung di London.

Buku Tentang Bencana Alam Jepang Tahun 2011 Memenangkan Sebuah Penghargaan Di Inggris

image : Pinterest.com

Lloyd Parry, merupakan seorang editor Asia untuk surat kabar terkenal The Times of London, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meliput pasca bencana gempa dan tsunami di Jepang, bencana alam tahun 2011 di Jepang tersebut tercatat menewaskan lebih dari 15.000 orang dan memicu kehancuran PLTN Fukushima Dai-ichi.

Simak Juga : Pulau Kucing Aoshima Berencana Kurangi Jumlah Populasi Kucing

Buku Tentang Bencana Alam Jepang Tahun 2011 Memenangkan Sebuah Penghargaan Di Inggris

image : amazon.co.uk

Pihak juri dalam penghargaan tersebut mengatakan bila buku karyanya tersebut memiliki isi yang mengerikan sekaligus menginspirasi dalam penggambaran kesedihan masyarakat dan menyampaikan perjuangan kehidupan masyarakat Jepang setelah bencana kepada dunia luar. Lloyd Parry juga memberikan penghargaan kepada para korban yang diwawancarainya tentang pengalaman traumatis mereka. Dia mengatakan bahwa sebagai jurnalis dia kadang-kadang bertanya “apakah itu akan bernilai pada akhirnya? Penghargaan yang didapat dari buku ini memberi saya harapan bahwa itu layak.”

Buku ini telah diciptakan sejak tahun 2013 untuk menyaingi Man Booker Prize yang juga populer, Pihak penyelenggara yaitu Folio terbuka untuk karya fiksi maupun nonfiksi yang diterbitkan di Inggris. Pemenang dipilih oleh panel juri yang dipilih dari 300 penulis yang termasuk dalam Folio Academy.

Buku Tentang Bencana Alam Jepang Tahun 2011 Memenangkan Sebuah Penghargaan Di Inggris

image : newstatesman.com

Dalam prosesnya tersebut, buku ciptaan Lloyd Parry ini berhasil mengalahkan tujuh finalis lainnya, yaitu koleksi cerita dari penulis Amerika Serikat Elizabeth Strout yang berjudul “Anything is Possible”, lalu novel dari penulis Inggris-Pakistan Mohsin Hamid yang berjudul “Exit West” dan sastra memoar yang berjudul “Once Upon A Time In The East” oleh penulis Cina-Inggris Xiaolu Guo

Source : Japan Today

%d bloggers like this: