Berita Lifestyle Jepang – Mungkin banyak orang yang bertanya dan juga penasaran mengapa angka kelahiran anak-anak di Jepang cukup sedikit dan Jepang lebih banyak memiliki penduduk lanjut usia daripada kalangan muda selain itu juga terdapat fenomena “Kodokushi” yaitu dimana orang Jepang yang meninggal dalam kesendirian. Hal ini sebenarnya disebabkan oleh sejumlah faktor dan juga lifestyle yang dimiliki oleh masyarakat Jepang itu sendiri, Artforia akan menjelaskan kepada anda seperti apa bisnis cinta atau pentingnya sebuah hubungan antara pria dan wanita di Jepang.

Mengenal Bisnis Cinta Di Jepang
image : nationmultimedia.com

Jepang memang dikenal sebagai negara yang maju dengan tingkat ekonomi yang sangat baik dan juga teknologi yang terdepan, namun hal tersebut tidak membuat negara samurai ini menjadi negara yang sempurna. Beberapa kendala tetap di alami oleh masyarakat Jepang terutama masalah cinta dan hubungan mereka antara individu, Jepang tumbuh menjadi negara metropolitan namun tetap kuat memegang tradisi nenek moyang mereka, hal ini membuat gaya hidup masyarakat Jepang terlihat unik di mata dunia.

Simak Juga : Jepang Berikan Anjing Akita Kepada Atlit Muda Rusia Alina Zagitova

Mengenal Bisnis Cinta Di Jepang
image : khmertimeskh.com

Mungkin anda tidak akan percaya namun ini adalah fakta dari beberapa survey yang telah dilakukan oleh lembaga pemerintahan Jepang bila 50% wanita Jepang yang berumur 18 tahun hingga 34 tahun adalah single atau tidak memiliki pasangan dan 60% untuk para pria Jepang dengan jangka umur yang sama juga tidak memiliki pasangan. Hal ini mungkin cukup aneh bagi masyarakat negara lain namun tidak untuk masyarkat Jepang bahkan beberapa orang Jepang mengaku tidak tahu bila umur mereka sudah layak untuk menikah.

Gaya hidup Jepang yang memang sangat sibuk dengan penghasilan tinggi dan biaya hidup yang juga tinggi membuat kedudukan pria dan wanita dalam soal pekerjaan menjadi sama, Jepang menjadi negara yang memiliki generasi wanita independent terbanyak di asia, mereka tidak lagi terikat untuk menjadi ibu rumah tangga atau membesarkan anak. Bagi kebanyakan masyarakat Jepang saat ini pekerjaan dan karir adalah yang terpenting dan bahkan mereka kesulitan untuk memiliki waktu untuk menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis.

Selain itu ada beberapa pihak juga yang menyalahkan generasi pria yang terlalu terobsebsi dengan teknologi dan sebuah virtual reality, namun hal itu memang sebuah kenyataan dimana saat ini banyak sekali generasi pria di Jepang yang terobsesi dengan teknologi-teknologi yang memberikan kepuasaan seksual atau juga perasaan mereka akan sebuah cinta terhadap lawan jenis. Bahkan karena semakin banyaknya teknologi-teknologi seperti ini yang berkembang membuat banyak pria di Jepang merasa takut dan tidak peduli dengan wanita sungguhan.

Mengenal Bisnis Cinta Di Jepang
image : pinterest.com

Sejumlah besar remaja pria di Jepang mengaku lebih baik pergi membeli mainan atau barang koleksi lainnya daripada berkencan dengan wanita, sejumlah pihak juga mengatakan banyak masyarakat Jepang merasa canggung untuk berbicara dengan orang lain terutama kepada lawan jenis dan tidak sedikit yang menggunakan uang untuk menyelesaikan masalah komunikasi antar lawan jenis. Dengan kondisi masyarakat Jepang yang seperti saat ini membuat banyak industri-industri  bermunculan menawarkan pelayanan-pelayanan dalam bidang cinta untuk menyelesaikan masalah mereka dalam hal cinta ataupun seksualitas.

Dengan catatan angka kelahiran 8.39% dari 1000 orang dan angka kematian 9.13% dari 1000 orang membuat Jepang memiliki masalah serius dalam hal populasi dan juga umur produktif, fakta mengejutkan lainnya adalah penjualan popok bayi lebih rendah dibandingkan penjualan popok untuk para lanjut usia, dibalik semua itu masyarakat Jepang seperti terbelengu dengan cara mereka sendiri dalam mencari kepuasaan cinta. Salah satu tempat bagi masyarakat Jepang mendapatkan sebuah perhatian dan cinta adalah “The Host” sebuah klub yang menjadi favorit bagi wanita-wanita Jepang.

Bisnis Percintaan Membuat Jepang Kekurangan Populasi
image : japantoday.com
Bisnis Percintaan Membuat Jepang Kekurangan Populasi
image : feelblog.net

Dalam klub yang disebut “The Host” ini para wanita Jepang membayar para pria yang bekerja di klub untuk menemani mereka, biaya untuk pelayanan ini sendiri tidaklah murah dan hal ini terbukti setelah salah seorang pria yang bekerja di klub memberikan bocoran pendapatan dirinya selama setahun adalah 800.000 dollar, tentunya sebuah pendapatan yang fantastis dengan hanya memberikan perhatian kepada seorang wanita. Menurut Naoiki Kishida seorang host sekaligus pemilik dari sebuah klub mengatakan banyak wanita datang bukan untuk mencari seks namun mereka membayar untuk sebuah pergaulan, mereka membayar para pria di klub untuk memberikan mereka perhatian dan hiburan.

Tentu tidak hanya klub untuk para wanita, klub sejenis namun berisi para wanita juga menjadi tempat favorit bagi para pria jomblo di Jepang untuk datang, di Jepang sangat banyak pelayanan-pelayanan sepele yang memberikan kepuasaan cinta. Klub “The Host” hanya bagian kecil saja dalam dunia hiburan cinta di Jepang, bila menelusuri lebih dalam masih banyak layanan-layanan sejenisnya yang dapat ditemukan. Salah satunya bila anda menyukai anime, anda bisa membayar sebuah layanan yang akan memberikan anda seorang wanita dengan pakaian cosplay dari tokoh tertentu yang anda sukai dan berjalan-jalan bersama anda selama beberapa jam yang telah ditentukan atau juga sebuah cafe peluk yang menyediakan kamar tidur kecil dan kemudian seorang gadis akan datang dan memberikan anda perhatian layaknya seorang pacar.

Lamanya tradisi gaya hidup seperti ini membuat masyarakat Jepang semakin sulit untuk menjalin hubungan yang serius antara lawan jenis dan banyak yang menganggap memiliki pasangan akan memberikan kesulitan dalam hidup mereka. Jika menggali lebih dalam anda akan bisa menemukan layanan-layanan cinta yang lebih extreme di Jepang dan campur tangan Yakuza dalam bisnis ini tidaklah sedikit. Cinta atau sebuah hubungan menjadi hal yang rumit dan sulit untuk didapatkan bagi masyarakat Jepang, sehingga dampaknya seperti sekarang ini negara Jepang mengalami krisis masyarakat umur produktif dan dipenuhi oleh para lanjut usia. Untuk lebih mengenal bagaimana bisnis cinta berjalan di Jepang, anda bisa melihat video yang ada diatas.

 Tulis Artikel

Like it? Share with your friends!

Kira Nakayama 秋本健太
Currently working at Artforia.

One Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.