Tradisi Budaya Jepang – Menikah adalah sebuah momen yang sangat besar dalam kehidupan seseorang, pada titik tersebut seseorang tentunya akan menjalani hidup yang berbeda seperti sebelumnya. Oleh karena itu pernikahan memang menjadi momen yang sakral untuk kedua belah pihak karena beberapa hal akan berubah, setiap masyarakat dari berbagai negara memiliki tradisi atau kebiasaan masing-masing setelah melakukan pernikahan begitu juga dengan masyarakat Jepang, berikut ini adalah 5 hal yang tidak akan dapat dilakukan lagi oleh seorang wanita di Jepang setelah menikah.

Simak Juga : 6 Sikap Positif Paling Populer Dari Masyarakat Jepang Yang Patut Kita Contoh !


Menggunakan Furisode

5 Hal Yang Tidak Lagi Dapat Dilakukan Oleh Wanita Setelah Menikah Di Jepang
image : kyotokimono-rental

Furisode merupakan pakaian berjenis kimono tradisional yang formal dan memiliki lengan yang panjang, pakaian ini digunakan untuk festival 成人の日 Seijin No Hi (Hari Kedewasaan). Baju ini memang dikhususkan untuk para wanita yang beranjak dewasa namun belum menikah dalam menghadiri sebuah aktivitas formal, seperti misalnya menghadiri pernikahan seseorang dan upacara minum teh.

Baju ini bisa dibilang sebagai simbol sebagai tanda bila wanita tersebut belum menikah dan telah memiliki usia yang pas untuk menikah, oleh karena itu baju ini sudah tidak boleh digunakan untuk para wanita-wanita yang telah menikah.

Melanjutkan Karir Pekerjaan

5 Hal Yang Tidak Lagi Dapat Dilakukan Oleh Wanita Setelah Menikah Di Jepang
image : gaijinpot

Tradisi ini mungkin juga banyak ditemukan di beberapa negara lain, tetapi di Jepang tradisi keluarga ini memang masih banyak diterapkan dan dianggap penting. Tradisi yang menetapkan dimana sang ayah pergi bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan sang istri merawat keluarga di rumah menjadi sebuah hal yang umum di Jepang. Bahkan jika sang suami tidak melarang istrinya untuk pergi bekerja, mungkin sang istri akan merasa kesulitan untuk menangani semua aktivitas yang ada. Namun memang semakin memasuki dunia modern saat ini, tradisi-tradisi ini mulai tidak terlalu diperhatikan.

Menggunakan Nama Lama

5 Hal Yang Tidak Lagi Dapat Dilakukan Oleh Wanita Setelah Menikah Di Jepang
image : wikimedia

Untuk seorang wanita yang memutuskan untuk tetap menggunakan nama keluarganya atau namanya sendiri setelah menikah adalah sebuah fenomena yang jarang terjadi, karena sebagian besar khususnya di negara-negara bagian asia, para wanita akan mengubah nama belakang mereka mengikuti sang suami. Bahkan hal ini bukan menjadi pilihan di Jepang, karena meskipun tidak ada undang-undang hukum yang mewajibkan perempuan untuk mengubah namanya setelah menikah, tetapi KUH Perdata Jepang mengharuskan setiap pasangan yang menikah untuk memiliki nama belakang yang sama, dan lebih dari 95% perempuan yang menikah di Jepang akan memilih untuk mengambil nama keluarga suami.

Menjaga Penampilannya Seperti Remaja

5 Hal Yang Tidak Lagi Dapat Dilakukan Oleh Wanita Setelah Menikah Di Jepang
image : tokyofashion

Sudah menjadi sebuah tradisi dimana wanita-wanita Jepang yang telah menikah didorong untuk mengurangi tata rias atau gaya berpakaian mereka setelah menjadi seorang istri atau ibu, hal ini dikarenakan kurang pantas bagi seorang wanita yang telah menikah untuk berdandan layaknya seorang wanita yang masih belum berpasangan di Jepang. Oleh karena itu setiap para wanita Jepang yang telah menikah akan lebih sering terlihat tanpa menggunakan makeup tebal dan lebih terlihat natural. Bahkan semakin tua usia seorang wanita akan semakin halus dan sederhana pakaian mereka.

Sikap Kekanak-kanakan

5 Hal Yang Tidak Lagi Dapat Dilakukan Oleh Wanita Setelah Menikah Di Jepang
image : nguoivietonhat

Ini sebenarnya merupakan tekanan sosial yang dialami semua orang setelah menikah, oleh karena itu banyak asumsi yang mengatakan bila menikah lebih baik ketika beranjak umur 30 tahun. Banyak orang Jepang terutama para wanita yang menunda pernikahan mereka hingga usia tiga puluhan, dikarenakan mereka masih takut untuk bertindak kekanak-kanakan setelah menikah.

Tercatat hanya 2% anak-anak di Jepang yang lahir di luar nikah, ini cukup jauh jika dibandingkan dengan Amerika dan Inggris yang mencapai 40%. Di Jepang tingkat pernikahan dan kelahiran berjalan beriringan.


Itulah 5 hal yang tidak lagi dapat dilakukan oleh seorang wanita setelah menikah di Jepang, menurut para pembaca Artforia khususnya para wanita yang telah menikah apakah dari daftar diatas ada yang pernah anda alami?.

 Tulis Artikel

Like it? Share with your friends!

Kira Nakayama 秋本健太
Currently working at Artforia.

0 Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.