A password will be e-mailed to you.

Berita Lifestyle Jepang – Pada tanggal 18 Juni 2018 Osaka baru saja terkena gempa cukup kuat yang memang sejak lama sudah dipantau oleh para ahli bila akan terjadi aktivitas seismik di area prefektur ini. Gempa pedalaman, dengan magnitudo awal berkekuatan 6.1, terjadi pada kedalaman sekitar 13 kilometer dan terjadi sebelum jam 8 pagi, pusat gempa berlokasi di bagian utara Prefektur Osaka.

3 Meninggal Dunia Dan Lebih Dari 200 Orang Terluka Akibat Gempa Di Osaka

image : kyodonews.net

Takuya Nishimura, seorang profesor geodetik di Universitas Kyoto, mengatakan ada kemungkinan bahwa gempa itu terjadi di ujung timur suatu gangguan yang membentang dari bagian utara prefektur Osaka menuju Pulau Awaji yang berada di Prefektur Hyogo. Garis patahan yang sama juga pernah menyebabkan gempa bumi besar Hanshin sebelumnya yang menewaskan lebih dari 6.400 jiwa pada tahun 1995.

Simak Juga : Kepercayaan Diri Yang Tinggi Timnas Jepang Menjelang Pertandingan Piala Dunia

3 Meninggal Dunia Dan Lebih Dari 200 Orang Terluka Akibat Gempa Di Osaka

image : japantoday.com

Yasuhiro Suzuki, seorang profesor geomorfologi di Universitas Nagoya, juga mencurigai terjadi gempa karena adanya keterlibatan zona patahan dan meyakini bahwa aktivitas seismik yang tidak terlalu dalam membuat gempa terjadi tidak terlalu jauh dari pusatnya. Badan Meteorologi Jepang juga memperingatkan kepada para penduduk Osaka bila selama satu minggu mungkin ada gempa susulan yang memiliki sekitar intensitas seismik yang sama dengan gempa sebelumnya.

Sebuah gempa kuat dengan kekuatan 6,1 di Osaka ini meninggalkan setidaknya tiga orang tewas dan lebih dari 200 penduduk sekitar terluka, bencana inio juga mengganggu lalu lintas saat jam sibuk dan memutus aliran listrik, air dan gas di daerah tersebut. Gempa terjadi tepatnya pada pukul 7:58AM.

3 Meninggal Dunia Dan Lebih Dari 200 Orang Terluka Akibat Gempa Di Osaka

image : kyodonews.net

Rina Miyake, seorang gadis berusia 9 tahun, meninggal dalam perjalanan ke sekolah setelah dinding tinggi di beberapa puluh meter panjang di sekitar kolam renang runtuh pada dirinya di Takatsuki, sementara Minoru Yasui, penduduk yang berusia 80 tahun di Osaka’s Higashiyodogawa Ward juga meninggal setelah sebuah dinding diatasnya runtuh. Motochika Goto yang berumur 85 tahun juga dikabarkan salah satu korban yang meninggal karena tertimpah lemari buku, laporan ini disampaikan langsung oleh polisi setempat.

“Pemerintah telah bersatu untuk menanggapi terjadinya bencana ini di bawah kebijakan untuk menempatkan prioritas utama pada kehidupan masyarakat,” sebuah pernytaan dari Perdana Menteri Shinzo Abe tidak lama setelah bencana alam ini terjadi. Badan cuaca memperingatkan bahwa gempa kuat dengan ukuran yang sama bisa mengguncang wilayah Osaka dalam waktu satu minggu dan juga mengkonfirmasikan bila gempa tersebut tidak memichu gelombang tsunami.

Source : Kyodo News, Japan Today

%d bloggers like this: